Ternyata…susah!!!

Juni 18, 2009 at 6:24 am (screen printing)

Ternyata susah,..ga pake acara susah-susah gampang,…memang susah untuk mendapatkan hasil yang perfect dari proses-proses sablon…:P, setidaknya itu pendapat saya pribadi.

Mulailah dengan tekad,kesabaran,ketekunan dan ketelitian,itu saran saya kepada diri saya sendiri setiap ingin memulai sebuah proses screen printing…yah karena semua proses tadi saya kerjakan secara mandiri,dan sendiri,…mulai dalam proses inspeksi screen, mencuci screen, peng”emulsi”an, ekpose screen, inspeksi hasil stensil, register screen di meja, printing, sampe pada curing,….proses yang melelahkan…fiuh.

Sepenggal pengalaman melelahkan

A. Men-print film positif

Sudah cukup lama saya akrab dengan program-program grafis, seperti adobe photoshop, corel draw, atau illustrator, tapi baru sekitar 6 bulan yang lalu saya baru tahu bahwa program-program itu sangat powerfull!!!,mulai proses desain sampai output cetak,..saya sangat terbantu dengan program-program tersebut,…saya pernah mencoba beberapa plug-in seperti fast film untuk photoshop,…tapi saya jadi bingung sendiri,..qqqq….tapi dua kata yang saya dapat dari plug-in tersebut,..cepat dan otomatis,…qqqq.

Vektor vs Raster image

Banyak jalan menuju roma….yah selalu banyak jalan untuk mendapatkan hasil yg baik untuk sebuah output film sablon. Anda bisa menggunakan raster atau vektor,..hasilnya tergantung anda…atau boleh di katakan sama saja, Banyak sekali para “artis” sablon Indonesia terjebak dalam ketergantungan kepada vektor image, ntah kebiasaan ini datang dari mana,yang pasti masih banyak akan ditemukan para artis ini akan “men-tracing” ulang desain anda dalam bentuk vektor,…well,..apakah salah?jawabannya tidak,…karena pada awal saya katakan banyak jalan menuju roma..^^, tapi sebenarnya olah film positif dengan input raster juga tidak masalah…dan saya memang lebih senang menggunakan film output dari bentuk file raster.

Screen Mesh Thread per cm

Kenali desain kepada screen anda, untuk memperkenalkan kedua-nya, pasti anda harus mengenali mereka satu persatu..^^, Begini maksud saya, teori awal pembentukan gambar pada proses print sablon ialah dengan menggunakan lubang pada screen,lubang ini akan di lewati oleh tinta dengan cara menekan tinta hingga menembus pada media cetak. Oleh karena itu peranan lubang-lubang itu sangat besar, untuk menghasilkan detail yang baik di perlukan lubang-lubang yg banyak per 1 cm persegi, sebaliknya jika desain hanya memerlukan detail yang sangat sedikit,…anda bisa menggunakan screen dengan jumlah thread yang sedikit/cm…ukuran sedikit atau banyak biasanya saya mulai dengan angka 90 t/cm,…=> dari 90t/cm detail,..dan sebaliknya,< dari 90t kurang detail.

Nah desain yang ingin anda pindahkan ke screen harus dapat dikenali oleh emulsi yg di letakkan ke screen mesh,sebagai lubang atau bagian tertutup ketika proses peng”ekspos”-an emulsi terhadap cahaya. Syarat dari mendapatkan hasil stencil-an yang baik pada screen akan sangat tergantung dari banyak point, seperti:

  1. lama peng”ekspos”an
  2. Jenis emulsi
  3. Warna screen
  4. Kepekatan warna hitam pada film positif
  5. Bersih tidaknya screen
  6. dll

Beralih lagi pada film positif output,…tapi saya dah capek ngetik,..lanjut besok aja deh,..^^

1 Komentar

  1. wahyu am berkata,

    :lol:

    bener2 susah

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.